Saturday, July 9, 2011

Belajar dari Dong Yi

Aku kira tidak sedikit di antara kalian yang kemarin menyaksikan serial “Dong Yi”. Ada satu hal yang menarik yang patut kita contoh, yaitu bagaimana Dong Yi mendidik anaknya.
Banyak orang tua yang memdidik anaknya supaya anaknya kelak dapat menjadi orang yang pintar, kaya dan berguna bagi orang lain. Apakah ini salah? Mungkin ya, mungkin juga tidak.
Cara mendidik seperti ini seringkali dapat menciptakan persepsi atau sugesti di pikiran kita. Mendapatkan nilai-nilai jelek di sekolah, tidak naik kelas atau tidak lulus seakan-akan sebuah dosa besar yang tidak boleh terjadi. Sehingga banyak diantara kita yang untuk menghindarinya justru melakukan perbuatan-perbuatan yang seharusnya tidak boleh kita lakukan.
Parahnya lagi kita sering menganggap orang-orang yang tidak pintar (bodoh) dan tidak kaya (miskin) adalah orang-orang yang tidak berguna, tidak mempunyai masa depan, dan harus kita jauhi.
Mungkin ada diantara kalian yang berkata: “Lo, ngomong gitu kayak Lo perfect, gak pernah ngelakuin itu semua?”
Aku hanya manusia biasa, tentu saja melakukan dan berpikir seperti diatas bahkan sampai sekarang terkadang pikiran seperti itu masih sering muncul. Tapi aku tahu dan sadar bahwa itu bukanlah perbuatan dan sikap yang benar dan aku berharap supaya ALLAH SWT selalu membimbingku dan menjauhkanku dari perbuatan-perbuatan dan sikap-sikap seperti itu.
Mungkin kita dapat belajar dari Dong Yi mendidik anaknya (di serial TV Don Yi). Ia mendidik anaknya dengan nilai-nilai kebaikan bukan nilai-nilai keduniawian (kekayaan, kekuasaan, kepintaran).
Kekayaan, kekuasaan, dan kepintaran bukanlah segalanya. Oleh karena itu ALLAH tidak menciptakan satu orang manusia saja agar kita saling membantu, saling berbagi dan saling menyayangi satu sama lain.

Ayo bersama-sama kita ubah persepsi dan perbuatan kita demi kebaikan kita bersama.
I know it’s hard but it’s worth to try.

No comments:

Post a Comment